Politeknik Negeri Sriwijaya bekerja sama dengan Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi DIII TeknikKimia PSDKU Siak.
Kegiatan ini diketuai oleh Sri Murda Niati, SST., M.T, dengananggota dosen yang terdiri atas Abdul Rohman Wali, M.Si., Endang Supraptiah, S.T., M.T.,Yogi Chandra, S.Pd., M.Pd., dan Sebrian Yusbani, M.Sc. Adapun anggota mahasiswa terdiri atas Muhammad Rifcky Alfarizi dan Nurlaila.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Kimia PSDKU Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Siak, Rabu(12/8/2026), bekerja sama dengan Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Kegiatan ini mengundang perwakilan dari 14 sekolah jenjang SMP di Kecamatan Siakdan Mempura. Dari 14 sekolah yang diundang, sebanyak 12 sekolah hadir dan mengikuti kegiatan, yakni SMP Negeri 1 Siak, SMP Negeri 2 Siak, SMP Negeri 3 Siak, SMP Negeri 4 Siak, SMP Sains Tahfizh Islamic Center, SMP IT NurulFurqon, SMP Babussalam, SMP Negeri 1 Mempura, SMP Negeri 2 Mempura, SMP Negeri 3 Mempura, SMP BP Al Islam Mempura, dan SMP Tahfiz Preneur Alam Siak.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru IPA dalam menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium, termasuk penanganan dan penyimpanan bahan kimia secara aman. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menerapkan prosedur praktikum yang aman sekaligus menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah.
Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini jugamenjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara Kampus PSDKU Siak Politeknik Negeri Sriwijaya dengan sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Siak melalui kolaborasi dan diseminasi pengetahuan teknik kimia terapan. Pelaksanaan kegiatan juga memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuanProgram Studi DIII Teknik Kimia, khususnya mata kuliah K3 dan Hukum Ketenagakerjaan, yang menjadi salah satu dasarbagi dosen dalam menerapkan prinsip keselamatan, pengelolaan bahan kimia, dan tanggung jawab profesional di lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.

Berdasarkan hasil diskusi dengan para guru peserta kegiatan, diketahui bahwa pelaksanaan praktikum IPA di sekolah masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan saranadan prasarana, tantangan dalam mengelola peserta di dikselama praktikum, serta kekhawatiran guru terhadap risiko kecelakaan saat menggunakan alat dan bahan kimia. Kondisitersebut menyebabkan sebagian guru masih ragu untuk melaksanakan praktikum secara rutin. Melalui kegiatan ini, guru diberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan K3 agar lebih siap dan percaya diri dalam melaksanakan praktikum IPA secara aman.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kasi Sarpras SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Bapak Asri Seni Vinal, S.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat dan pelaksanaan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta.
Sebelum penyampaian materi secara langsung, peserta memperoleh pemaparan umum mengenai “Keselamatan danKesehatan Kerja (K3) serta pengelolaan bahan kimia di laboratorium” yang disampaikan secara daring melalui Zoom oleh Endang Supraptiah, S.T., M.T. Pemaparan ini memberikan gambaran awal kepada peserta mengenai pentingnya penerapan prinsip keselamatan dalam pelaksanaan praktikum IPA di sekolah.
Selanjutnya, materi mengenai “K3 di Laboratorium” disampaikan oleh Abdul Rohman Wali, M.Si., yang membahas penggunaan alat pelindung diri (APD), pengenalan potensi bahaya, serta langkah-langkah keselamatan untuk mencegah kecelakaan selama praktikum. Materi kemudian dilanjutkan dengan “Pengelolaan Bahan Kimia di Laboratorium” yang disampaikan oleh Sebrian Yusbani, M.Sc., meliputi pengenalan bahaya bahan kimia, penanganan dan penyimpanan bahan kimia secara aman, sertatindakan yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat.
Setelah seluruh materi disampaikan, peserta mengikuti posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah mengikuti kegiatan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta pengisian formulir evaluasikegiatan. Peserta juga mendapatkan poster edukasi mengenai K3 dan pengelolaan bahan kimia sebagai media pengingat yang dapat digunakan dalam penerapan keselamatan praktikum di sekolah. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara tim pelaksana dan peserta.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan memotivasi para guru IPA di Kabupaten Siak untuk semakin percaya diri dalam melaksanakan praktikum yang aman di sekolah. Penerapan prinsip K3 perlu didukung dengan SOP praktikum yang jelas, pengawasan selama kegiatan, serta pemilihan modul praktikum yang sesuai dengan usia, tingkat pemahaman, dan kondisi peserta didik.
Dengan demikian, berbagai risiko dalam kegiatan praktikum dapat diminimalkan, sementara siswa tetap memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman secara langsung. Semangat guru dalam menghadirkan kegiatan praktikum yang aman danterarah menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran IPA yang bermakna sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, rasa ingin tahu, dan sikap ilmiah.(ak)